Header Ads Widget

Tekan Inflasi Daerah, Bupati Armia Tanam Bawang Merah Perdana Secara Simbolis


fiksumnews.com | Aceh Tamiang — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mendorong peningkatan produksi komoditas pangan lokal sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan laju inflasi daerah pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana bawang merah secara simbolis yang dilakukan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, di Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Selasa (6/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Armia didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Hadi, SP.

Usai melakukan penanaman secara simbolis, Armia Pahmi mengatakan penguatan produksi pangan lokal merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas di daerah.

“Penguatan produksi lokal menjadi kunci dalam pengendalian inflasi komoditas pangan. Dengan meningkatnya produksi di daerah, kita berharap ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan,” ujar Armia.

Menurutnya, peningkatan produksi bawang merah tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hasil panen. Dengan demikian, produk bawang merah lokal diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di pasar.

Penanaman perdana tersebut dilakukan di lahan seluas sekitar 2 hektare. Dari lahan tersebut, produksi bawang merah ditargetkan mencapai sekitar 50 ton dalam masa panen yang diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan setelah penanaman.

Armia menjelaskan, bibit bawang merah yang digunakan dalam program tersebut merupakan bibit yang diadopsi dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Indonesia.

Menurutnya, pengembangan bawang merah di Aceh Tamiang juga diharapkan dapat memperpendek rantai pasok dan mengurangi biaya distribusi komoditas tersebut dari daerah lain.

“Selama ini kebutuhan bawang merah juga dipasok dari Takengon maupun Tanah Karo, Sumatera Utara. Dengan adanya produksi lokal, biaya transportasi dan distribusi dapat ditekan sehingga diharapkan harga bawang merah di tingkat masyarakat menjadi lebih terjangkau,” kata Armia.

Selain berdampak terhadap ketersediaan dan harga pangan, kegiatan budidaya bawang merah tersebut juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Hadi, SP, mengatakan kegiatan penanaman bawang merah tersebut melibatkan sekitar 50 tenaga kerja.

“Dengan adanya kegiatan budidaya ini, masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan dan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian,” ujar Irwan.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga telah menyiapkan program penanaman komoditas pangan lainnya, khususnya cabai.

Dalam waktu dekat, penanaman cabai direncanakan dilakukan di lahan seluas 2 hektare yang tersebar di Kampung Pandan Sari dan Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru, serta Kampung Suka Ramai, Kecamatan Seruway.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi komoditas pangan strategis di tingkat lokal, menjaga kesinambungan pasokan, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi di Kabupaten Aceh Tamiang.(Pakar).

Posting Komentar

0 Komentar