fiksumnews.com | Aceh Tamiang — Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Aceh Tamiang kini dituntut tidak lagi sebatas melayani bayi dan balita, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan dasar terpadu bagi masyarakat dari seluruh tingkatan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia (lansia).
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, saat membuka kegiatan Advokasi Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional) Posyandu Tingkat Kabupaten Aceh Tamiang di Karang Baru, Rabu (7/10/26) kemarin.
Bupati Armia menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan baru yang berfokus pada integrasi layanan primer berdasarkan siklus hidup manusia.
“Posyandu harus bertransformasi menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada bayi, balita, dan ibu hamil, tetapi juga melayani anak usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga lansia,” ujarnya yang didampingi Bunda Posyandu Aceh Tamiang, Yuyun Armia.
Menurut Bupati Armia, penguatan peran Posyandu ini menjadi kunci utama dalam mendukung percepatan penanganan berbagai masalah kesehatan di daerah, termasuk upaya penanganan stunting, deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), hingga pemantauan kesehatan warga lanjut usia secara berkelanjutan.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Armia meminta Pokjanal Posyandu di tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa (kampung) meningkatkan koordinasi dan bersinergi aktif.
Penguatan kapasitas para kader Posyandu serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung di lapangan dinilai menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.
“Layanan kesehatan masyarakat yang merata dan berkualitas merupakan pondasi utama pembangunan Aceh Tamiang. Melalui penguatan fungsi Pokjanal Posyandu ini, kita ingin memastikan setiap jengkal pelayanan kesehatan primer benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. (Pakar).
0 Komentar