Header Ads Widget

Terbaring Sakit Sepekan, Nenek Sebatang Kara Hanya Bisa Pasrah, Ketua MSN Labuhanbatu Turun Tangan

fiksumnew.com / Labuhanbatu - Kisah pilu seorang nenek yang hidup serba kekurangan di Rantauprapat mengundang perhatian.Terbaring sakit selama sekitar sepekan, Siti Khadijah (55) hanya bisa pasrah di rumah kontrakannya di Jalan Ahmad Ridho, Rantauprapat.

Nenek Siti tinggal bersama cucunya yang masih duduk di bangku kelas II SD. Dalam kesehariannya, ia bekerja mencuci dan menyetrika pakaian milik dua tetangga demi menyambung hidup sekaligus memenuhi kebutuhan sekolah sang cucu.

Namun, penghasilan yang diterimanya jauh dari kata cukup. Dari salah satu rumah tempat ia bekerja, Siti hanya menerima sekitar Rp300 ribu per bulan.

Uang tersebut harus dibagi untuk kebutuhan makan sehari-hari, biaya sekolah cucu, hingga membayar kontrakan rumah yang mencapai Rp350 ribu per bulan.

Di tengah himpitan ekonomi, cobaan kembali datang. Siti Khadijah jatuh sakit dan selama kurang lebih satu minggu hanya terbaring di rumah tanpa mendapatkan pengobatan yang layak.
Ironisnya, tunggakan kontrakan rumah juga belum mampu dibayarkan.

Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian Ketua Media Satres Narkoba (MSN) Labuhanbatu, Rio Tan, bersama pasangan dan sejumlah rekan-rekannya,
tergerak melihat kondisi Siti, mereka kemudian membawa nenek tersebut ke RS Hartati, Jalan Siringo-ringo, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sedih hati, Bang. Kita bayangkan saja kalau itu ibu kita, bagaimana sedihnya. Nenek itu hanya tinggal bersama cucunya yang masih kelas II SD,” ujar Rio Tan kepada wartawan Fikiran Sumut (fiksumNew) saat berada di RS Hartati, Rabu (9/9/2026).

Setibanya di rumah sakit, Siti Khadijah langsung mendapatkan penanganan dokter dan menjalani rawat inap.

Rio mengatakan, dirinya bersama pasangan dan rekan-rekan MSN akan terus mendampingi Siti selama menjalani perawatan hingga kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang.

“Saat ini sudah ditangani dokter dan rawat inap. Kita jaga sampai beliau sembuh dan diizinkan kembali ke rumah,” katanya.

Kepedulian yang Disalurkan Melalui Media Sat narkoba Labuhanbatu (MSN)
Kepedulian sosial tersebut juga menjadi bagian dari keteladanan yang ditunjukkan sosok Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, yang dikenal memiliki kepedulian terhadap sesama dan kerap membantu masyarakat yang membutuhkan.

Semangat kepedulian kasat Narkoba kata Rio, terus disalurkan melalui tangan panjang Ketua Media Satres narkoba (MSN)Labuhanbatu sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.


“Ini juga menjadi contoh keteladanan dari Pak Kasat Narkoba AKP Hardiyanto yang selama ini dikenal peduli dan kerap membantu sesama. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat, khususnya yang sedang dalam kesusahan, sebisa mungkin kita lakukan,” ujar Rio.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak harus menunggu seseorang memiliki kehidupan yang berlebih. Bantuan sekecil apa pun, ketika diberikan kepada orang yang membutuhkan, dapat menjadi harapan besar.

Tak berhenti di rumah sakit, Rio juga menyatakan siap membantu kebutuhan Siti Khadijah dan cucunya.

Biaya pengobatan akan diupayakan untuk ditanggung, begitu pula kebutuhan sekolah sang cucu. Bahkan, tunggakan kontrakan rumah Siti Khadijah juga akan diupayakan untuk diselesaikan.

“InsyaAllah kita selalu ikhlas dan banyak bersyukur. Kita berencana akan membayarkan uang rumah yang sudah telat pembayarannya,” ujar Rio.

Di tengah kerasnya kehidupan, uluran tangan sederhana ternyata mampu menjadi harapan besar bagi seorang nenek yang selama ini berjuang sendiri demi sang cucu.

Kisah Siti Khadijah menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan hanya soal seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi tentang hadir ketika seseorang benar-benar membutuhkan pertolongan.(Syarif)

Posting Komentar

0 Komentar