fiksumnews.com | Aceh Tamiang - Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ishak Ibrahim, melaksanakan reses ke Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru, Minggu, (13/9/2026).
Meski baru pertama kali melaksanakan reses setelah terpilih dan dilantik sebagai anggota DPRK Aceh Tamiang, antusiasme masyarakat Kampung Tupah untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
Pertemuan antara warga dan anggota dewan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Diskusi pun berjalan hangat, dengan berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan masyarakat disampaikan secara langsung kepada Ishak.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan warga adalah kondisi infrastruktur kampung yang rusak, terutama setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Datok Penghulu Kampung Tupah, Zulfitra, mengatakan hampir seluruh ruas jalan di kampung tersebut saat ini masih jauh dari kondisi layak.
"Ada empat dusun. Semua jalan utamanya masih belum terbeton, masih tanah dan batu," kata Zulfitra.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memprihatinkan saat memasuki musim penghujan. Genangan air kerap muncul di sepanjang badan jalan sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.
"Jadi serba salah, Pak. Kalau hujan becek, kalau panas debu menjadi momok bagi warga," ujarnya.
Zulfitra menuturkan, pembangunan infrastruktur kampung akan berjalan lambat jika hanya mengandalkan anggaran dana desa. Terlebih, anggaran yang tersedia saat ini terbatas setelah adanya penyesuaian dan pemotongan dana desa oleh pemerintah pusat untuk sejumlah program strategis.
"Untuk pembangunan fisik dengan keuangan yang ada sekarang tidak mencukupi. Kalaupun bisa, untuk membuat satu jalan dusun mungkin baru selesai lima atau enam tahun," katanya.
Namun, menurut Zulfitra, kondisi tersebut masih belum seberapa dibandingkan dengan kerusakan jalan utama Kampung Tupah yang terjadi setelah diterjang banjir bandang.
Ia menjelaskan, sebelum banjir, jalan utama kampung sudah dalam kondisi beraspal. Namun, derasnya arus banjir menyebabkan lapisan aspal terkelupas dan rusak.
"Sebelum banjir, jalan utama kampung memang sudah teraspal. Namun, aspal terkelupas dari badan jalan dihantam banjir. Jadi kondisinya seperti yang Pak Ishak lihat sendiri ketika masuk tadi," keluh Zulfitra.
Zulfitra mengaku pihak kampung telah mengajukan proposal bantuan pengaspalan kembali jalan utama Kampung Tupah kepada pemerintah kabupaten.
Karena itu, ia berharap Ishak Ibrahim selaku anggota DPRK Aceh Tamiang dapat mengawal usulan tersebut di tingkat kabupaten, sehingga harapan masyarakat untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang lebih baik dapat terwujud.
"Kami sangat berharap dan menaruh harapan besar kepada Pak Dewan untuk membantu mengawal usulan kami tersebut. Usulan ini menjadi satu-satunya harapan kampung," ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ishak Ibrahim menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Ia memastikan aspirasi yang disampaikan warga akan ditampung dan diperjuangkan melalui pemerintah kabupaten.
"Ini akan menjadi komitmen saya. Insyaallah, saya akan mengawal usulan pengaspalan jalan Kampung Tupah di tingkat kabupaten," ujar Ishak.
Menurut Ishak, kegiatan reses menjadi kesempatan baginya untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, berbagai program serta evaluasi pembangunan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya daerah pemilihannya, dapat dilakukan secara lebih optimal.
"Semua masukan akan menjadi catatan saya. Selaku anggota DPRK Aceh Tamiang dari Dapil I, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar saran, masukan, dan aspirasi yang telah disampaikan ini dapat terealisasi," katanya.
Ishak yang duduk di Komisi II DPRK Aceh Tamiang juga berkomitmen mengakomodasi berbagai usulan dan aspirasi masyarakat untuk kemudian disampaikan dalam usulan RKPD Aceh Tamiang
Aspirasi tersebut nantinya diharapkan dapat dirumuskan menjadi pokok-pokok pikiran DPRK Aceh Tamiang yang selanjutnya dibahas bersama pihak eksekutif.
"Tentu saja aspirasi masyarakat yang akan menjadi pedoman sekaligus salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan, sehingga nantinya benar-benar dirasakan dan tepat sasaran bagi masyarakat, meskipun akan disesuaikan dengan kemampuan daerah," ujarnya.(Pakar).
0 Komentar