fiksumnews.com / Besitang -Jalan sepanjang 15 KM dari simpang Bukit Mas Kelurahan Kampung Lama menuju Desa PIR ADB
hancur lebur dan seakan luput dari perhatian pemerintah.
Bertahun-tahun kondisinya tidak berubah,lubang menganga,becek saat hujan, berdebu saat kemarau.
Tapi anehnya, tidak pernah masuk daftar prioritas perbaikan. Padahal jalan ini sebagai urat nadi bagi 3 desa di Besitang Desa Sekoci,Desa Bukit Mas,dan Desa PIR ADB.
Lebih dari itu,jalan ini juga merupakan akses utama menuju kawasan taman nasional gunung leuser,artinya jalan ini menghubungkan manusia, ekonomi,dan konservasi.
Ironisnya,dari 3 desa inilah kontribusi pajak negara cukup besar, bahkan perkebunan kelapa sawit dan pabrik CPO tiap tahun menyetor pajak dan retribusi daerah dalam jumlah yang cukup fantastis.
Hasil bumi diangkut lewat jalan ini, truk-truk pengangkut TBS hilir mudik tiap hari.
Negara dapat uangnya daerah dapat PAD nya,tapi jalan yang jadi tumpuan justru dibiarkan hancur,kata seorang warga dengan nada kecewa saat ditemui fiksumnews.com,Sabatu (5/9/2026).
Warga sudah mengaku pasrah, mereka jugak sudah tidak tahu lagi harus mengadu kemana.Aspirasi sudah disampaikan lewat musren bang dan surat sudah dilayangkan, tapi hasilnya nihil.
Yang paling menyakitkan kata warga adalah saat musim kampanye tiba jalan ini tiba-tiba hidup lagi di mulut para politisi.
Calon Anggota DPRD, DPR-RI, bahkan Calon Kepala Daerah silih berganti datang dengan gaya meyakinkan mereka dengan berjanji bila terpilih jalan ini prioritas utama kami, begitu katanya.
Spanduk dan fhoto para calon beredar sehingga warga sempat berharap jalan bisa menjadi preolritas mereka, tapi setelah coblosan selesai dan kursi diduduki janji itupun lenyap ditelan waktu.
Nol besar bang, semua janji mereka nol datang pas butuh suara saja setelah jadi kami dilupakan lagi,keluh warga lainnya.
Pertanyaannya: kemana perginya uang rakyat? Kemana perginya pajak dari sawit yang tiap hari lewat di jalan ini? Apakah perbaikan 15 KM jalan ini terlalu mahal dibanding janji-janji manis di atas kertas?
Pemerintah daerah, DPRD Langkat,dan DPR-RI dapil Langkat harusnya malu. Masa,daerah penghasil uang dibiarkan lumpuh karena infrastruktur.
Warga Besitang tidak butuh janji, kami butuh aspal. Jangan sampai jalan 15 KM ini menjadi monumen kegagalan dan bukti nyata ingkar janji para pejabat,kata Khairuddin MG Kabid Investigasi LSM KPK-RI Kabupaten Langkat ketika
dimintai tanggapannya di Besitang Sabtu (5/9/2026).
(R/az)
0 Komentar