Header Ads Widget

Hampir 1 Tahun Banjir Telah Berlalu.,13 Rumah Hanyut Di Kampung Lama Masih Tinggal Di Gubuk Tak Layak Huni.

fiksumnews.com / Besitang -
Hampir satu tahun pasca banjir bandang yang melanda akhir November 2025,sebanyak 13 rumah warga Lingkungan IV hanyut dan rusak berat hingga kini belum mendapat bantuan layak dari pemerintah.

Akibatnya para korban terpaksa bertahan hidup di gubuk-gubuk darurat dengan kondisi memprihatinkan.Atap bocor berdinding seng bekas dan terpal menjadi tempat tinggal mereka sehari-hari.

Salah seorang warga Lingkungan IV Ridwan mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan jPemerintah yang menjanjikan bantuan berupa rumah baru dan Dana Tunggu Hunian/DTH namun sampai saat ini tak kunjung terealisasi.

“Rumah kami hanyut semua sampai sekarang kami masih numpang di gubuk.Perhatian pemerintah sangat minim. Kami seperti dilupakan,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data yang dihimpun ada.13 KK yang rumahnya hanyut dan rusak berat.Mereka adalah M. Yusuf,Arisun,A.Rasid,Riki Kurniawan,Maimunah, Poniyem,Arjunsah Putra, Rudwan,Hermansyah,M. Jais,Ahmad,Syamsuhar, dan Siti Mariam.

Selain korban rusak berat, warga lain yang rumahnya rusak sedang dan rusak ringan juga mengeluhkan hal serupa.Mereka sudah menerima rekening BRI dari BPBD beberapa bulan lalu.

Dalam rekening itu untuk kategori rusak sedang dianggarkan.Rp 30 juta. dan rusak ringan Rp 15 juta.Dana tersebut rencananya ditransfer langsung ke panglong untuk pembayaran material bangunan.

Tim konsultan dari BPBD juga sudah turun melakukan verifikasi dan meminta warga membuat catatan kebutuhan material sejak sebulan lalu.Namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan material disalurkan.

“Tim survei sudah datang, data sudah kami buat.Tapi rumah kami belum juga diperbaiki.Banjir sudah hampir setahun,”kata salah seorang warga lainnya.

Warga juga menyebut, saat penyerahan rekening oleh petugas BRI yang didampingi BPBD,mereka dijanjikan jika sudah memperbaiki rumah secara mandiri maka biayanya akan diganti dan ditransfer ke rekening masing-masing.

Namun janji itu juga belum terbukti.Warga terus menunggu tanpa kepastian.Sementara musim hujan sudah mulai datang dan kondisi gubuk sangat tidak layak huni.

Para korban mendesak Plt Bupati Langkat,dan BPBD, segera turun tangan. Mereka meminta agar DTH untuk 13 KK korban rumahnya hanyut segera dicairkan dan pembangunan rumah segera dimulai.

Selain itu warga juga meminta percepatan penyaluran material untuk korban rusak sedang dan ringan,agar mereka bisa segera memperbaiki rumah sebelum musim hujan kembali datang.

“Kami hanya minta keadilan.Kami korban bencana,bukan pengemis. Tolong pemerintah jangan ingkar janji,” tutup warga.(R/az)

Posting Komentar

0 Komentar