fiksumnews.com / Labuhanbatu - Ancaman terorisme, radikalisme, dan intoleransi menjadi perhatian Polres Labuhanbatu. Langkah pencegahan diperkuat dengan menggandeng jajaran TNI melalui sosialisasi penanggulangan terorisme, radikalisme, dan intoleransi tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Yan Piter, Mapolres Labuhanbatu, Jalan MH. Thamrin, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (16/9/2026).
Sosialisasi diikuti Wakapolres Labuhanbatu Kompol P.S. Simbolon, S.H., KBO Sat Binmas IPTU O. Siregar, S.Th., para Kanit Binmas, jajaran Bhabinkamtibmas Polres Labuhanbatu serta para Babinsa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa. Selanjutnya, peserta menerima sambutan dari Dirbinmas Polda Sumut serta arahan Dirbintibmas Baharkam Polri Brigjen Pol. John Carles Edison Nababan, S.I.K., M.H.
Bukan Sekadar Sosialisasi
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme, radikalisme, serta intoleransi.
Pentingnya deteksi dan pencegahan sejak dini menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Aparat di tingkat kewilayahan, khususnya Bhabinkamtibmas dan Babinsa, dinilai memiliki peran dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Wakapolres Labuhanbatu Kompol P.S. Simbolon, S.H., mengatakan sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan peran bersama dalam menjaga persatuan.
Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran bersama agar potensi berkembangnya paham terorisme, radikalisme dan intoleransi dapat dicegah sejak dini,” ujar Kompol P.S. Simbolon.
Sinergi Polri, TNI dan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman, damai dan toleran.
Polres Labuhanbatu bersama TNI dan unsur terkait pun berkomitmen memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi, komunikasi dan keterlibatan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(Syarif)
0 Komentar