Header Ads Widget

Banjir Kembali Rendam Desa Sekoci,Puluhan Rumah Warga Terendam


fiksumnews.com / Besitang -
Banjir kembali merendam Desa Sekoci,Kecamatan Besitang,Kabupaten Langkat pada Minggu 6 September 2026.Wilayah yang terparah berada di Dusun Sidodadi.

Kepala Desa Sekoci Hidayah Gunawan melalui sambungan WhatsApp nya membenarkan di daerahnya puluhan rumah warga tergenang air dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Warga Dusun Sidodadi langsung kami evakuasi ke posko yang telah disiapkan,kata Gunawan.

Dusun Sidodadi menjadi titik terparah yang terendam, puluhan warga di dusun itu terpaksa mengungsi karena rumah mereka sudah digenangi air.

Gunawan mengatakan,tim kampung rescue bersama BPBD,TNI dan Polri langsung melakukan mengevakuasi para bu-ibu,lansia dan anak-anak dipindahkan ke tempat aman.

Dua puluh KK warga sempat mengungsi di Madrasah Nurul iman Haji Anif, kata Gunawan.

Selain Desa Sekoci,banjir juga merendam wilayah lain di Kecamatan Besitang, puluhan rumah di Lingkungan IV Kelurahan Kampung Lama juga ikut terendam.

Di Kelurahan Kampung Lama ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 50 cm.

Hingga pukul 17.00 wib air masih bertahan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut, jalan desa dan akses warga lumpuh.

Melihat kondisi cuaca yang masih mendung, warga diimbau untuk tetap waspada akan hujan susulan yang membuat debit air semakin naik.

Kami minta warga terus waspada, posko sudah siaga 24 jam kalau air naik lagi segera laporkan, pesan kades Hidayah Gunawan.

Ini adalah banjir kedua yang melanda Besitang dalam waktu kurang dari setahun, sebelumnya 26 November 2025 banjir besar merusak 650 rumah 178 diantarnya mengalami rusak berat.

Ironisnya,hingga kini 178 rumah korban banjir tahun lalu belum juga dibangun oleh Pemkab Langkat,
jangan biarkan warga kembali harus mengungsi diatas luka lama.

Warga juga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai Besitang agar tidak terus menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Pemerintah diminta segera menyalurkan bantuan logistik dan mempercepat pembangunan rumah korban, jangan sampai warga terus-terusan jadi korban.
(R/az)

Posting Komentar

0 Komentar