Header Ads Widget

Pekerja Bongkar Muat TBS Di PT. CCMU Mogok Kerja Tuntut Ongkos Naik.

fiksumnews.com / Besitang -
Sebanyak 56 orang pekerja bongkar muat TBS di Ram PT. CCMU melakukan aksi mogok kerja menuntut agar ongkos bongkar muat dinaikkan,Senin (7/9/2026).

Aksi para pekerja dilakukan di areal Ram PT.CCMU dihadiri Surbakti selaku Humas perusahaan serta Apni selaku pengawas lapangan.

Pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Desa Sekoci Hidayah Gunawan, Kades hadir untuk menjembatani tuntutan pekerja dengan pihak perusahaan.

Dalam pertemuan itu, Kades Hidayah Gunawan meminta kepada pihak perusahaan agar dapat menaikkan ongkos bongkar muat bagi para pekerjanya.

Apni selaku pengawas mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan saat ini juga. Mohon waktunya karena hal ini akan kami sampaikan kepada pimpinan,ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Humas PT. CCMU Surbakti, kami dari perusahaan juga akan menampung aspirasi membicarakan kepada pimpinan,katanya.

Ketua grup bongkar muat Hendra menyampaikan inti tuntutan pekerja, kami minta kalau ongkos bongkar saja Rp12 ribu per ton kami siap.Tapi saat ini kami melakukan bongkar dan muat Rp12 ribu per ton sudah tidak wajar,ujarnya.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, kerjaan bongkar muat TBS ini sangat berisiko karena kalaupun terjadi kecelakaan kerja biaya perobatannya kami tanggung sendiri, keluhnya.

Para pekerja menilai upah Rp12 ribu untuk bongkar dan muat tidak sebanding dengan tenaga dan resiko yang ditanggung apalagi bekerja sampai malam.

Menanggapi soal keselamatan kerja,pihak perusahaan menawarkan solusi jangka panjang dengan mengurus BPJS ketenagakerjaan
untuk menanggulangi kecelakaan, kalau memang mau akan diurus BPJS oleh perusahaan dengan iuran Rp16 ribu per bulan,kata Surbakti.

Hingga pertemuan selesai, pihak perusahaan belum dapat memberikan keputusan. Semua tuntutan akan disampaikan terlebih dahulu ke pimpinan PT. CCMU.

Para pekerja berharap ada itikad baik dari perusahaan jika tidak ada kejelasan, dikhawatirkan mogok kerja akan terus berlanjut dan mengganggu operasional pabrik.

Pemerintah Desa berharap ada win-win solution dengan mensejahtera para pekerja di perusahaan. 

Jangan sampai karena upah murah para pekerja yang dirugikan.

Yang sangat disayangkan sebelum Surbakti dan Apni
tiba di lokasi ram, Andi sebagai humas di ram tersebut sempat bersitegang dengan para pekerja bongkar muat.

Bahasa arogan yang dilontar kepada dua orang wartawan,l yang datang untuk meliput kegiatan mogok pekerja, dimana oknum tersebut dikabarkan kerap pasang 
badan untuk menekan pekerja.(R/az)

Posting Komentar

0 Komentar