Ribuan warga Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat korban banjir sampaisaat ini belum menerima dana stimulan dari Pemkab Langkat.
Hal ini disampaikan warga kepada fiksumnews.com yang mengatakan, bantuan dana stimulan rumah rusak sedang dan rusak ringan dengan nilai bantuannya telah ditentukan oleh pemerintah pusat masing-masing Rp.30 juta dan Rp.15 per KK.
Untuk rumah rusak berat ada dana tunggu hunian, namun sampai hari ini kami belum menerima DTH tersebut,kata Ridwan warga Lingkungan lV Kampung Lama Senin (19/2/2026).
Ridwan menuturkan, untuk kelurahan Kampung Lama ada sekitar 80 rumah yang hanyut dan rusak berat.
Pada awal bulan Januari 2026 sebahagian telah menerima dana DTH Sebesar Rp.1.800.000 per KK untuk tiga bulan, pungkasnya.
Ironisnya, sesuai dengan berita di sejumlah media, di Daerah lain para korban banjir telah menerima dana bantuan dari pemerintah pusat bukan saja dana DTH tapi untuk dana Stimulan rumah rusak sedang dan rusak ringan.
Khairuddin MG Tokoh pemuda Kabupaten Langkat mengatakan, di daerah lain seperti,Tapsel pada 13 Februari 2026 warga terdampak bencana telah menerima bantuan stimulan dari BNPB.
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) sudah mencairkan dana stimulan bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Demikian juga seperti di Lhokseumawe Aceh untuk kategori stimulan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta per KK, rusak sedang Rp30 juta sudah di realisasikan,ucapnya.
Korban banjir Aceh Tamiang juga telah terima bantuan stimulan, dari 52 daerah terdampak Kabupaten Tapanuli Selatan paling cepat mendapat dana stimulan dan bantuan dana tunggu hunian (DTH).
Terkait lambannya pembanyaran bantuan stimulan bagi rumah rusak sedang dan rusak ringan, Bupati Langkat Syah Afandin,SH saat
dikonfirmasi belum lama ini melalui pesan Whtsappnya mengatakan,hal itu tanyakan saja kepada Camatnya jawabnya singkat.(R/az)
0 Komentar