Header Ads Widget

Setelah Viral di Medsos, Plt Bupati Langkat Akhirnya Perintahkan Camat Cabut Ijin Pasar Malam.

fiksumnews.com / Langkat - Rencana pengelola pasar malam yang akan menggelar pasar malam di lapangan sepak bola Nurcayaha di Kelurahan Tanjung Pura menuai gelombang penolakan dari berbagai pihak.
 
Kebijakan ini dinilai lebih mementingkan keuntungan sesaat dan mengorbankan kepentingan masyarakat, khususnya generasi muda dan aktivitas olahraga di Kelurahan Tanjung Pura, Jum'at (16/10/2026).

Plt Bupati Langkat Tio Rita Br Surbakti, secara tegas menolak rencana tersebut. Menurutnya, lapangan sepak bola merupakan fasilitas penting bagi warga dan anak-anak yang sedang mempersiapkan latihan. 

“Lapangan itu digunakan untuk aktivitas olahraga dan latihan rutin anak-anak. Kalau dijadikan pasar malam, bukan hanya merusak lapangan, tapi juga mengganggu konsentrasi belajar,” ujarnya.

Penolakan keras juga disampaikan oleh Atok Labu, selaku konten Kreator Langkat. Ia menyatakan bahwa kegiatan pasar malam di lapangan bola Nurcahaya akan menghentikan seluruh aktivitas olahraga yang telah terjadwal. 

Saya dan masyarakat Tanjung Pura sangat keberatan. Lapangan itu bukan hanya tempat bermain, tapi tempat anak-anak membangun disiplin dan mimpi. Kalau rusak, siapa yang bertanggung jawab?, kata Tok Labu.

Lebih lanjut, Atok Labu menekankan bahwa jika Bapak Camat memang ingin menghadirkan hiburan bagi masyarakat, sebaiknya difasilitasi di tempat lain yang tidak mengganggu fasilitas umum. “Kecamatan Tanjung Pura ini punya banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. 

Kenapa harus di lapangan bola Nurcahaya satu-satunya yang kami punya? Ini jelas keputusan yang merugikan.

Warga Tanjung Pura pun ikut bersuara. Sejumlah tokoh masyarakat menilai kebijakan pasar malam sebagai bagian dari pencitraan politik dan upaya mencari keuntungan pribadi. 

Bahkan di tengah kondisi Kecamatan Tanjung Pura yang rawan banjir saat hujan deras, mereka mempertanyakan prioritas Bapak Camat. 

Rumah warga kebanjiran waktu hujan semalam, tapi yang dipikirkan malah pasar malam,ini bukan merupakan kebijakan pro rakyat,ujar salah satu warga.

Masyarakat berharap Pak Camat Tanjung Pura bisa lebih bijak dan memprioritaskan pembangunan fasilitas yang bermanfaat jangka panjang seperti Gren ase dan jalan, bukan kebijakan yang justru menimbulkan konflik dan kerugian.

Mereka menyerukan agar kegiatan yang bersifat sementara tidak mengorbankan fasilitas utama olah raga.(red)

Posting Komentar

0 Komentar