Header Ads Widget

Hampir Setahun Berlalu, Ratusan Rumah Rusak Berat Akibat Banjir di Besitang Belum Juga Dibangun.

fiksumnews.com/ Langkat-
Banjir bandang yang telah memporak-porandakan ratusan rumah warga di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, pada akhir tahun 2025 lalu hingga kini belum ada kejelasan.

Berbagai instansi pemerintah mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan instansi terkait lainnya telah turun untuk melakukan pendataan rumah rusak berat.

Ribuan hewan ternak yang mati dan kerusakan lahan pertanian tak luput dari pendataan.Tapi kedatangan mereka sepertinya hanya sekedar foto-foto sebagai dokumen, mengambil data, kemudian hilang tanpa kabar.

Hampir genap satu tahun banjir bandang telah berlalu.Dalam kurun waktu tersebut,ratusan warga bahkan sempat dua kali kembali mengungsi karena banjir susulan yang datang lagi pada pertengahan hingga Oktober 2026.

Pemerintah Kabupaten Langkat kembali memberikan bantuan darurat berupa mie instan dan beberapa bantuan pangan lainnya bagi para korban.

Padahal yang sangat dibutuhkan warga bukan hanya sekedar bantuan mie instan,tapi janji pemerintah pusat untuk membangun kembali rumah yang telah rusak berat.

Informasi dihimpun fiksumnews.com, anggaran untuk pembangunan ratusan rumah korban banjir tersebut dananya telah ditransfer dari pemerintah pusat ke Kas Daerah Kabupaten Langkat.

Jika informasi itu benar, menjadi pertanyaan besar: Mengapa hingga hampir satu tahun,ratusan rumah rusak berat di Besitang belum juga dibangun? Kemana dana ratusan miliar itu mengendap,?.

Kita tidak mau seperti kasus tahun 2006. Puluhan miliar anggaran untuk pembangunan rumah korban banjir di Langkat, dikorupsi oleh mantan Bupati Langkat yang kala itu sempat duduk sebagai Gubernur Sumut,

Akhirnya diciduk KPK karena korupsi anggaran pembangunan rumah korban banjir,"ujar salah seorang tokoh masyarakat Besitang yang meminta namanya tidak disebutkan.

Trauma kasus korupsi dana banjir 2006,kini kembali menghantui warga Besitang.Warga takut sejarah kelam itu terulang kembali,dana untuk rumah mereka raib dikorupsi.

Yang lebih mirisnya, usai banjir bandang pada akhir 2025 lalu, ada 73 ribu warga dari berbagai wilayah terdampak banjir mengajukan datanya ke Kementerian Sosial.

73 ribu lebih data warga terdampak telah dibawa oleh Plt Bupati Langkat, Tiorita Surbakti,S.H,
bersama Anggota DPRD ke Jakarta pada Agustus 2026 lalu.

Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan Dana Stimulan itu akan cair.berdasarkan keterangan Kementerian Sosial melalui media sosial,

Pada saat itu dua bulan ke depan akan diupayakan pencairannya.Namun sampai saat ini belum ada kabarnya, kata warga.

Di tengah ketidakpastian itu,warga kini menggan
tungkan harapan kepada wakil rakyat yang dulu lantang saat kampanye. "Kami butuh bantuannya," ujar M.Yusuf, korban banjir yang kini terpaksa menjadi pemulung botot karena gerobak baksonya hanyut disapu banjir.

Hingga berita ini diterbitkan,Kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat, Kepala BPBD Langkat, dan BPKAD Langkat belum berhasil dikonfirmasi terkait kebenaran dana pembangunan rumah korban banjir Besitang,

yang disebut sudah masuk ke Kas Daerah tersebut.
FiksumNews.com akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
(R/az)

Posting Komentar

0 Komentar