fiksumnews.com / Aceh Tamiang — Renovasi fasilitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Aceh Tamiang yang sempat rusak akibat bencana banjir resmi selesai. Peresmian gedung sekolah tersebut menjadi simbol kebangkitan dan optimisme anak-anak di Aceh Tamiang untuk kembali meraih cita-cita.
Hal itu ditegaskan oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, saat meresmikan hasil pemulihan fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang pada Sabtu (8/8/2026).
“Renovasi sekolah ini menjadi simbol bangkitnya harapan serta komitmen bersama untuk memastikan anak-anak kembali belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Armia.
Mantan perwira tinggi Polri itu menekankan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pemulihan mental dan semangat belajar para murid.
“Membangun sekolah bukan sekadar memperbaiki gedung. Yang jauh lebih penting adalah menumbuhkan kembali optimisme anak-anak agar siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Armia menyampaikan apresiasi kepada lembaga kemanusiaan Human Initiative dan gerakan Songs for Sumatra yang telah menggalang bantuan rekonstruksi. Sinergi ini dinilainya sebagai bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan pascabencana.
Turut hadir dalam acara tersebut, istri Menteri Kebudayaan, Katharine Grace Fadli Zon. Grace menjelaskan bahwa proyek pemulihan MIN 4 Aceh Tamiang berawal dari aksi kemanusiaan global yang digagas oleh diaspora Indonesia di Inggris.
“Program rekonstruksi ini lahir dari kolaborasi kemanusiaan melalui Songs for Sumatra Project, sebuah gerakan kepedulian yang diinisiasi oleh diaspora Indonesia di Inggris melalui konser amal di London,” jelas Grace.
Ia pun berpesan kepada para guru dan murid untuk merawat fasilitas sekolah yang telah diperbaiki tersebut.
Melalui kerja sama kolaboratif ini, sebanyak 14 ruang kelas, ruang guru, ruang UKS, perpustakaan, hingga mushala di MIN 4 Aceh Tamiang berhasil direhabilitasi sepenuhnya.
Acara serah terima ini juga dihadiri oleh Vice President Human Initiative, Bunda PAUD Aceh Tamiang, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, unsur Forkopimcam, jajaran dewan guru, serta Datok Penghulu setempat.(Pakar).
0 Komentar