fiksumnews.com /Meranti - Kondisi mati hidup listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di Kecamatan Merbau dan kecamatan Putri Puyu, semakin memprihatinkan. Dalam sehari, listrik bisa padam-hidup hingga puluhan kali.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Pelantai Khairi,SE kepada awak media Minggu 2/8/2026, Menurutnya, masalah listrik di Kecamatan Merbau dan kecamatan Putri Puyu sudah berlangsung lama dan tidak kunjung ada solusi nyata.
Setiap hari puluhan kali lampu listrik mati-hidup. Ini sudah lama terjadi. Sudah pernah ada mediasi bersama Pemkab, DPRD dan pihak PLN Meranti tentang permasalahan listrik, tapi tidak bertambah baik, malah semakin parah," ujar Khairi.
Ia menilai kondisi ini sangat merugikan masyarakat. Dengan frekuensi mati-hidup yang tinggi, peralatan elektronik seperti bola lampu, TV dan Kulkas warga berpotensi rusak. Belum lagi bahan makanan di dalam kulkas yang terbuang sia-sia.
Seharusnya pihak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat sebagai konsumen. Ini kan hak masyarakat," tegasnya.
Khairi juga menyoroti kondisi mesin PLN di Merbau yang menurutnya sudah tua dan sudah belasan tahun beroperasi. Ia menilai mesin tersebut sudah wajib diganti.
Kalau setiap hari mati-hidup. Tentu masyarakat tidak nyaman. Setiap hari terdengar sumpah serapah masyarakat," jelasnya.
Listrik adalah kebutuhan dasar. Gangguan yang terus terjadi juga berdampak pada usaha masyarakat dan menghambat pekerjaan.
Listrik itu kebutuhan. Ini juga merugikan usaha masyarakat dan terkendala kerja. Kerusakan listrik di Kecamatan Merbau ini bisa dibilang yang terparah di Indonesia," ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Khairi, pihak PLN belum memberikan klarifikasi kapan listrik di Merbau bisa normal kembali. Padahal masyarakat berhak tahu.
Jangan dibiarkan pertanyaan masyarakat menggantung seperti ini. Nanti akibatnya tidak baik. Pihak PLN harus tanggap, jangan sampai informasi PLN simpang siur dan menjadi bola liar di masyarakat," tutup Khairi.(Deki)
0 Komentar