fiksumnews.com / Langkat - Keluar pasien mengeluhkan tarif dan pemberlakuan sistem parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Sistem parkirnya dinilai mencekik leher.
Pasalnya selain tarif mahal juga membuat keluarga pasien yang berobat terpaksa membayar parkir saat keluar-masuk rumah sakit secara berulang-ulang.
Darman, salah seorang keluarga pasien mengatakan pemberlakuan parkir di RSUD Tanjung Pura sangat tidak relevan.
"Masuk pertama kita ambil tiket, selang beberapa menit di RS kemudian kita keluar untuk keperluan harus membayar di pintu keluar Rp 10.000 ribu untuk kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua Rp 5000 ribu, kemudian kita masuk lagi ambil tiket lagi, dan keluar bayar lagi dan begitu seterusnya selama pasien berada di rumah sakit, jadi untuk satu hari saja kita bisa menghabiskan Rp 80 ribu per hari hanya untuk keluar masuk saja,” kata Darman kepada awak media fiksumnews.com, pada Senin malam, ( 10 /08/2026).
Padahal, kata Darman, masyarakat yang berobat ke RS tersebut mayoritasnya adalah pemegang kartu miskin dengan fasilitas BPJS. Masyarakat yang berobat rawat inap, paling sedikit membutuhkan waktu lima hingga delapan hari di RS, dimana keseharian keluarga pasien pastinya keluar masuk RS.
Darman menambahkan, selain biaya parkir mahal, seharusnya RSUD Tanjung Pura memberikan stempel pada kartu masuk disaat hendak keluar, agar tidak perlu membayar kembali secara berulang kali ketika adanya keperluan baik itu dari keluarga pasien ataupun yang lainnya.
“Biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat hanya untuk parkir dapat membuatnya kewalahan, seharusnya uang tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan lainnya ketika berada disitu. Namun yang terjadi sebaliknya, membuat masyarakat mencekik leher, tentunya hal ini dapat dievaluasi kembali,” ujarnya.
Darman berharap agar system keluar masuk khususnya parkiran di RSUD Tanjung Pura tersebut dapat dirubah dan memihak kepada masyarakat miskin, supaya masyarakat yang berobat tidak merasa diperas oleh mahalnya biaya parkir selama berobat.
“Ini kan bukan rumah sakit swasta, swasta yang memiliki fasilitas bagus tentu orang berobat adalah orang yang berduit, tetapi ini rumah sakit daerah, seharusnya tidak membebani masyarakatnya dengan biaya parkir yang besar, kita berharap segera dievaluasi,” pungkasnya.(red)
0 Komentar