Header Ads Widget

DSI Aceh Tamiang Dorong Pemberdayaan Jemaah hingga Pembinaan Ustadz Lokal

fiksumnews.com | Aceh Tamiang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Tamiang, H. Fajar, mengapresiasi langkah Yayasan Islam Qur'ani suka bumi yang memiliki Program Asmaul Husna Pembangunan 99 Masjid. Salah satu masjid yang telah berhasil dibangun berada di Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru.

​H. Fajar menceritakan perkembangan pesat masjid yang ada di daerah Yogyakarta. Berawal dari bangunan kecil berukuran 8 x 8 meter, kini pihak pengelola telah memiliki lahan seluas hampir 2 hektar di sekitarnya untuk pengembangan masjid.

​"Aset utama mereka fokus pada pembangunan masjid. Pengelolaannya luar biasa, fokus memperbesar masjid dan memberdayakan jemaah. Hal seperti ini juga pernah saya temui di Yogyakarta," ujar H. Fajar.

​Menurutnya, tolok ukur kebanggaan sebuah masjid bukan hanya terletak pada besarnya saldo kas yang ada, melainkan bagaimana dana wakaf dan infak tersebut dikelola kembali untuk melayani dan memberdayakan jemaah.

​"Uang infak dan wakaf itu seyogianya diputar untuk kenyamanan jemaah. Misalnya menyediakan minuman gratis, menjaga kebersihan kamar mandi, membayar marbot secara layak, hingga memasang penerangan yang cukup. Jemaah juga merasa aman beribadah karena ada petugas parkir yang menjaga kendaraan mereka," tegas H. Fajar di ruang kerjanya, Jum'at,(14/8/2026).

​Selain fasilitas, H. Fajar mendorong Pengurus BKM untuk memprioritaskan penceramah atau ustadz lokal dari dalam daerah. Menurutnya, penceramah lokal lebih memahami situasi realita sosial masyarakat setempat.

​"Ustadz lokal kita lebih menguasai pemetaan masalah di pelosok, seperti pemahaman kondisi jemaah, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga peredaran minuman keras. Cara penyampaian mungkin berbeda, namun muatan da'wahnya tetap sama tajamnya. Sudah sepantasnya penceramah lokal kita berdayakan," jelasnya.

​Ia juga mengimbau tempat usaha di sekitar masjid untuk saling menghormati saat waktu shalat tiba. "Kita tidak meminta toko tutup total. Cukup meredupkan lampu atau menutup pintu/tirai sebentar sebagai bentuk penghormatan saat ibadah berlangsung," tambahnya.

​Saat ini, Kabupaten Aceh Tamiang memiliki 337 masjid dan 394 mushala (total 731 tempat ibadah) yang tersebar di 216 kampung.

​Untuk memaksimalkan pembinaan keagamaan di seluruh masjid dan mushala tersebut, H. Fajar menyoroti pentingnya pembinaan terpadu bagi para petugas keagamaan. Saat ini terdapat potensi besar yang terdiri dari: ​86 orang penyuluh agama dari Kementerian Agama (Kemenag), ​60 orang penyuluh dari DSI ditambah lagi dengan ​Unsur ustadz dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan tokoh agama lainnya dan secara keseluruhan, terdapat sekitar 150  pembina keagamaan di Aceh Tamiang.

​"Pemerintah harus hadir untuk membina dan mengawasi agar para petugas keagamaan ini berjalan bersinergi dalam satu arah yang sama, bukan berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah rumah kita bersama," terangnya.

​Ke depan, DSI Aceh Tamiang berencana mengumpulkan seluruh Imam Kampung se-Kabupaten Aceh Tamiang untuk diberikan pembekalan dan penguatan kapasitas. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas kepemimpinan keagamaan di tingkat kampung.

​H. Fajar menekankan bahwa kemakmuran masjid sangat bergantung pada komitmen BKM dan pengurusnya. BKM diharapkan tidak hanya sibuk mencari saluran aspirasi untuk pembangunan fisik seperti pagar masjid dan laimmya, tetapi juga fokus pada pemakmuran fungsi masjid itu sendiri.

​"InsyaAllah, jika masjid dan mushala di 216 kampung ini betul-betul dimakmurkan dan dikelola dengan baik, hal itu akan menjadi sebab turunnya keberkahan dari Allah SWT untuk kita di  Kabupaten Aceh Tamiang," pungkasnya.(Pakar).

Posting Komentar

0 Komentar