fiksumnews.com / Stabat - Polsek Stabat Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, diduga salah satu lokasi barak narkoba dan judi tembak ikan yang kebal hukum tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Pantauan langsung sejumlah lokasi barak narkoba dan judi berdiri bebas di beberapa titik, bahkan tak jauh dari pos polisi. Aktivitas itu berlangsung siang dan malam tanpa gangguan, sementara aparat terlihat tak melakukan penindakan berarti.
"Sudah sering kami laporkan, tapi tetap saja buka. Polisi seperti sengaja diam," ujar seorang tokoh agama Stabat yang di jumpai usai sholat Jum'at, Jumat (12/6/2026).
Keresahan masyarakat kian meningkat,pasalnya barak sabu yang di Ampera sangat berdekatan dengan Masjid Raya Stabat kini berubah menjadi pusat peredaran narkoba dan judi.
"Anak-anak muda banyak yang rusak karena narkoba, tapi pelaku dan bandar seakan dilindungi," kata warga lainnya.
Sejumlah sumber menduga kuat, keberlangsungan aktivitas haram ini tidak lepas dari adanya setoran rutin ke oknum aparat. "Kalau tidak ada yang 'main belakang', tak mungkin bisa aman begini," ujar seorang sumber yang namanya enggan disebutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Stabat belum memberikan tanggapan meski sudah dihubungi melalui pesan singkat dan telepon.
Masyarakat beharap dan meminta Kapolda Sumatera Utara turun langsung menindak tegas dugaan pembiaran tersebut agar citra kepolisian tidak semakin tercoreng.
Guna memastikan informasi dapat diketahui Kapolda Sumatera Utara, pesan singkat terkait berita tersebut juga disampaikan awak media kepada Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. melalui pesan singkat WhatsApp.
Sebelumnya dalam pemberitaa menyebutkan, pusat peredaran narkoba dan arena judi tembak ikan tersebar di sejumlah titik strategis.
Beberapa lokasi yang disebut warga antara lain, Ampera,Dondong di belakang pabrik kemasan minyak goreng, Bingai Kecamatan Wampu, Stungkit, Pinang Dua, Karang Rejo dan Perdamaian diduga terdapat barak narkoba dan dua unit mesin tembak ikan, disebut-sebut milik seorang pria berinisial SK.
Warga menyebut masih ada banyak titik lain yang beroperasi terang-terangan, tanpa pernah tersentuh aparat.(Red)
0 Komentar