fiksumnews.com | Aceh Tamiang - Masih di suasana Lebaran Idul Adha 1447 H/2026 M, sebagai bentuk wujud syukur dalam menyelesaikan pekerjaannya pembersihan lumpur pasca banjir bandang di Aceh Tamiang yang terjadi pada November 2025 lalu, Zulham Efendi pengusaha muda Asal Nagan Raya menyantuni puluhan anak yatim di kediamannya di Kampung Dalam Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin, (8/6/2026).
Kegiatan tersebut dimulai dengan pembacaan surah dan kalimat - kalimat thayibah serta doa bersama yang dipimpin oleh Imam Desa setempat dan dihadiri oleh Pj Datok Penghulu Kampung Dalam serta puluhan anak yatim -piatu.
Zulham merupakan sosok pengusaha yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya, yang kini turut mendedikasikan diri dalam proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang. Acara penuh khidmat tersebut berlangsung di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Senin (8/6/2026).
Kegiatan santunan ini menjadi refleksi atas keberhasilan tim dalam memulihkan berbagai fasilitas umum (fasum) yang sempat tertimbun material lumpur akibat banjir bandang. Adapun cakupan pekerjaan pembersihan yang dilakukan meliputi sarana ibadah seperti masjid, gedung perkantoran pemerintah, lingkungan sekolah, gedung pelayanan kesehatan, hingga fasilitas publik seperti lapangan sepak bola.
Meski jauh dari tanah kelahirannya di Nagan Raya, Zulham mengungkapkan bahwa inisiatif ini murni dilakukan sebagai wujud terima kasih kepada Allah SWT atas kemudahan yang diberikan di tengah beratnya medan pekerjaan di lapangan.
"Kegiatan hari ini adalah bentuk syukur kami. Kami menyadari bahwa kelancaran pekerjaan ini tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat. Santunan ini adalah titipan rezeki untuk anak-anak kita, sebagai wujud kepedulian kami di tengah masa pemulihan pascabencana ini," ujar Zulham di sela-sela acara.
Selain menjalankan tanggung jawab pembersihan pascabencana, peran Zulham dalam proyek ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Diketahui, dalam pelaksanaan pembersihan lumpur di wilayah tersebut, Zulham berhasil menyerap ratusan pekerja lokal yang sebelumnya turut menjadi korban dan terdampak banjir bandang.
Kebijakan untuk memprioritaskan warga lokal ini dinilai sangat membantu percepatan ekonomi masyarakat setempat yang sempat terpuruk akibat musibah banjir. Dengan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja, proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang berjalan lebih efektif sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak.
"Kami berkomitmen untuk terus bergerak membantu pemulihan daerah ini. Fokus kami tidak hanya pada aspek teknis pembersihan, tetapi juga bagaimana keberadaan proyek ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sini," tambahnya.
Kegiatan santunan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Dalam, Tokoh Masyarakat, Imam Kampung serta puluhan anak yatim dari sekitar wilayah Kampung Dalam dan Kampung Bundar.
Kehadiran Zulham putra asal Nagan Raya di Aceh Tamiang menjadi simbol solidaritas antar wilayah dalam bahu-membahu menata kembali kehidupan setelah diterjang bencana.(Pakar).
0 Komentar