Penataan pedagang pajak Bakaran Batu di kawasan Lubuk Pakam berubah jadi operasi kilat yang tegas. Tim gabungan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Desperindag) Deli Serdang menerjunkan pasukan khusus mulai pukul 06.30 WIB hingga 10.00 WIB, Kamis (16/4/2026).
Dipimpin langsung Yahya, Sekretaris Disperindag, dan Kabid Ricardo (Kepala Bidang Penindakan), razia ini menargetkan ketertiban pedagang yang selama ini sering bikin resah warga dan pengunjung yang berbelanja.
Kawasan pasar Bakaran Batu yang dikenal sebagai pusat belanja Sembako di Lubuk Pakam berikut ikan atau daging segar menjadi tempat idaman warga lubuk Pakam untuk memenuhi kebutuhan dapur warga berbelanja.
Pedagang liar menjajah trotoar dan pinggir jalan, picu kemacetan parah terutama saat jam sibuk. "Ribet dan sulitnya penataan ini sudah jadi keluhan lama. Kami turun langsung untuk susun ulang agar tertib dan teratur," tegas Yahya saat ditemui tim di lokasi.
Operasi pagi-buta ini melibatkan puluhan personel yang memeriksa izin usaha, merapikan stan dagang, dan memindahkan pedagang ke zona khusus. Beberapa pedagang yang kedapatan melanggar aturan zonasi langsung ditegur dan diminta pindah.
"Tujuannya bukan mengusir, tapi bikin pasar lebih nyaman dan aman. Pedagang patuh dan tertib pasti dilindungi," tambah Kabid Ricardo.
Menurut data Desperindag Deliserdang, kawasan ini punya sekitar 50-70 pedagang tetap, dari 300- an kios, tapi sering dikuasai pedagang kaki lima. Penataan seperti ini bagian dari program Pemkab Deliserdang untuk tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus dukung UMKM.
Warga setempat menyambut positif. "Akhirnya bisa lewat jalan tanpa macet, dan lokasi jualan lebih higienis, dan rapi" ujar seorang pengunjung, Rina (35). Namun, beberapa pedagang meminta fasilitas tambahan seperti shelter permanen agar tak tergerus hujan.
Desperindag janji operasi serupa bakal rutin. "Kami ajak pedagang ikut sosialisasi agar tak ada lagi chaos, mari bersama kita jaga kebersihan dan ketertiban di pasar Bakaran Batu, pungkas Yahya. (Rom).
0 Komentar