Header Ads Widget

Penerima Bantuan Revitalisasi Sekolah SD dan SMP Terdampak Banjir Diduga Dikerjakan Oleh Pihak Ketiga

fiksumnews.com / Langkat - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menggencarkan program revitalisasi sekolah yang terdampak bencana, khususnya banjir dan longsor di wilayah Sumatera pada awal tahun 2026. 

Kemendikdasmen menyiapkan anggaran triliunan rupiah untuk rehabilitasi dan pembangunan kembali sekolah yang rusak berat di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. 

Perbaikan mencakup bangunan fisik yang rusak akibat banjir akhir 2025 agar kembali aman dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
 
Revitalisasi meliputi Rehabilitas ruang kelas, Pembangunan RKB,Moniler,Toilet, perpustakaan, hingga pembangunan ruang UKS baru.

Perbaikan diutamakan selesai dengan cepat untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar, bahkan menggunakan ruang kelas darurat sementara. 

Kabupaten Langkat mendapat alokasi dana yang signifikan untuk rehabilitasi sekolah terdampak bencana, dengan fokus pada percepatan perbaikan di semester genap. 

Revitalisasi ini merupakan bentuk kehadiran negara pascabencana, di mana Mendikdasmen turun langsung meninjau sekolah terdampak dan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah. 

Bantua revitalisasi banjir tahun 2026 dengan nilai Rp3O miliar. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pembangunan ruang administrasi, rehabilitasi sembilan ruang.
 
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negri 1dan SMPN 2  Tanjung Pura penerimaan bantuan revitalisasi mencapai 5 Milyar lebih yang diduga di kerjakan oleh pihak ketiga ( rekanan).

Pemerintah pusat menurunkan anggaran pasca nencana ke Sumut sebesar Rp 852 Miliar untuk Revitalisasi .

Hingga 17 Maret 2026, 2.888 dari 3.575 satuan pendidikan telah memasuki proses revitalisasi. Ini adalah bukti komitmen Negara untuk terus berupaya menghadirkan kembali ruang belajar yang aman dan layak terus dipercepat agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman. 

Ironisnya, dana revitalisasi untuk sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang seharusnya di kerjakan secara swakelola oleh kepala sekolah, ternyata di pihak ketiga kan.

Menyorotin hal tersebut, fiksumnews.com mencoba mendatangi Kadis Pendidikan Langkat Ilhamsyah Bangun guna mengkonfirmasi  Jum'at (10/4/2026).

Kadis pendidikan Ilhamsyah Bangun mengatakan, terkait bantuan pemerintah pusat kepada penerima bantuan revitalisasi sekolah, secara prosedur memang di kerjakan secara swakelola oleh kepala sekolah.

Menanggapi bangunan bantuan revitalisasi sekolah yang di pekerjakan oleh pihak ketiga Ilhamsyah Bangun mengatakan, kegiatan revitalisasi dilaksanakan secara swakelola. Panitia Pelaksana Satuan Pendidikan (P2SP),nah kepala sekolah sendiri sebagai penanggung jawab kegiatan. Saya tidak tahu menahu kalau kepala sekolah mempercayakan kepada kepihak ketiga,ujarnya.

Lebih lanjut Ilhamsyah Bangun menambahkan, saya sendiri sudah menghimbau kepada seluruh kepala sekolah penerima dana revitalisasi sekolah agar pembangunannya di kerjakan secara swakelola dan jangan sampai saya dengar ada di kerjakan oleh pihak rekanan. 

Informasi yang dihimpun fiksumnews.com di lapangan, di duga kepala sekolah SMP 2 Turino menjadikan rekanan (HR) dan (RL)  untuk mengerjakan pembangunan  tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar