fiksumnews.com / Labura : Sejumlah wartawan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) meradang. Pasalnya jasa untuk pemberitaan media cetak dan online Tahun Anggaran (TA) 2026, tak lagi dibayar oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Labura.
Hal ini disampaikan oleh Plt, Kadiskominfo Labura, Simon Barus, ST yang baru saja menjabat dan selaku Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi pada Dinas BPBD Labura saat bincang - bincang sambil menyeruput kopi di Warung Kopi (Warkop) Bintang Coffee Aekkanopan, Selasa (10/2/2026).
Beberapa awak media menayakan perihal jasa pemberitaan media T.A 2026 apakah masih berlanjut dan apakah masih bisa awak media menggarap iklan untuk ucapan selamat pada momen hari besar seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.
Simon Barus ST mengatakan pada awak media, untuk tahun 2026 jasa pemberitaan media tidak lagi dibayarkan. Sebab anggaran dinas minim dan tak memadai.
Saat ini Diskominfo Labura hanya bisa menganggarkan biaya untuk cetak baliho Pemkab Labura. Ujarnya.
Salah seorang wartawan menanggapi perihal kebijakan pada dinas di Pemkab Labura sepertinya banyak mengalami kemunduran.
Misalnya, terkait jasa pemberitaan media sebelumnya dibayarkan kini tidak lagi. Padahal sudah berjalan sejak lama pemberitaan media dibayarkan.
Namun dengan kriteria liputan berita tentang kegiatan Bupati Labura, Wabup Labura dan Sekda Labura. Kemudian kliping berita dicairkan dua kali dalam setahun. Begitu juga dengan iklan, awak media dapat menggarap iklan menayangkan dimedia dan dapat mengais rejeki.
Seperti diketahui wartawan di daerah tak memiliki gaji pokok atau amprah gaji. Jika itu juga di tiadakan sama halnya Pemkab Labura sudah membuat jarak pada kuli tinta.
Tak hanya itu, kemunduran itu juga terlihat jika sebelumnya kegiatan Coffee Morning rutin dilaksanakan oleh Diskominfo Labura sebagai upaya mendekatkan media dengan OPD Pemkab Labura, dalam berbagi informasi demi kemajuan Kabupaten Labura.
Sebab kegiatan Coffee Morning dilakukan dengan narsumber dari OPD secara bergantian.
Hal itu juga pupus di era Bupati Labura, Dr. H. Hendriyanto Sitorus, SE, MM. Sudah menginjak dua periode namun hanya satu kali berlangsung Coffee Morning, itupun dipenghujung masa jabatan saat periode pertama dan sampai saat ini tidak pernah terlaksana lagi.
Sepertinya sikap dan kebijakan pejabat di Labura menandakan menabuh genderang, memberi jarak pemisah atau alergi wartawan.(Sal)
0 Komentar