fiksumnews.com / Besitang - Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat terdiri dari tiga kelurahan enam desa merupakan salah satu wilayah terdampak banjir bandang paling parah pada 26 November 2025 lalu.
Data sementara yang diterima fiksumnews com dari Camat Besitang Sabtu (5/12/2025) korban jiwa 6 orang, rumah rusak hanyat 135, terkena longsor 35 rusak berat 582 rusak sedang 672.rusak ringan 547 rumah warga terdampak 5.880 KK atau 9.967 jiwa, data ini bisa berubah, kata Rastra Yudha.
Lebih lanjut Rastra mengatakan, ada rumah yang dilaporkan mengalami rusah berat ternyata dilapangan hanya bergeser dan sampai saat ini kondisi akses jalan menuju ke dusun-dusun masih sulit dilalui karena tebalnya lumpur, ucapnya.
Musibah banjir bandang pada 26 Nopember 2025 lalu yang telah meluluh lantakan daerah pemukiman penduduk di enam desa, tiga kelurahan se- Kecamatan Besitang
Desa Sekoci dan Desa Bukit Mas merupakan daerah yang terparah.
Termasuk Kelurahan Bukit kubu, Kampung lama dan Kelurahan Pekan Besitang.Pantauan fiksumnews.com
dilapangan memasuki hari ke sebelas pasca banjir, sejumlah titik masih terlihat para pengungsi yang masih bertahan karena rumah kami telah hanyut, kata Riduan warga lingkungan lV Kampung Lama.
Hal senada juga disampaikan martinah warga lingkungan Vlll Simpang 3 Kelurahan Bukit kubu,sampai hari ini kami masih tinggal di mesjid raya Besitang karena rumah kami telah rusak parah disini, kami berharap kepada pemerintah semoga secepatnya dapat membantu memperbaiki rumah kami supaya kami bisa pulang, kata para pengungsi.
Banjir tahun 2006 silam Besitang juga pernah dilanda banjir bandang yang sempat menghanyutkan ribuan rumah kini berselang 19 tahun, banjir bandang kembali melanda dareh pemukiman yang mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Pada saat itu banjir datang secara tiba-tiba setelah daerah Besitang diguyur hujan selama empat hari hingga volume air sungai Besitang meluap hinga menerjang dan menenggelamkan pemukiman warga di Kecamatan Besitang.
Banjir bandang yang melanda kecamatan Besitang diduga diaki
batkan hutan teropis di hulu sungai telah habis di babat untuk dijadikan kebun kelapa sawit oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab hal ini perlu menjadi PR bagi Satgas Pemulihan Kawasan Hutan(PKH)kata Ramlan pengamat sosial.(R/az)
0 Komentar