Header Ads Widget

Percepat Rehab Rumah Rusak,BPBD Langkat Minta Korban Lengkapi Bon Material Dari Panglong,

fiksumnews.com / Langkat -
Untuk mempercepat pembangunan rumah warga yang rusak sedang dan rusak ringan akibat banjir bandang akhir 2025 lalu,BPBD Kabupaten Langkat, menggelar pertemuan dengan para korban di aula kantor Camat Besitang,Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Karmila selaku Plt Kasi Bidang Rehabilitasi BPBD Kabupaten Langkat. Hadir juga unsur kecamatan dan para korban terdampak banjir.

Tujuan utama pertemuan adalah validasi data yang telah diterima BPBD dari pihak konsultan. Selain itu, BPBD meminta korban untuk melengkapi bon material dari panglong baik yang sudah dibelanjakan secara mandiri maupun yang akan membeli material selanjutnya.

Langkah ini dilakukan agar penyaluran dana stimulan rehabilitasi rumah berjalan lebih cepat. Bon dari panglong menjadi syarat untuk pencairan dana ke rekening mereka.

Berdasarkan data, untuk kategori rumah rusak ringan akan menerima dana dari pemerintah sebesar Rp 15 juta. Rinciannya,upah tukang Rp 3 juta dan belanja material termin 1 sebesar Rp 9 juta.

Sementara untuk rumah rusak sedang mendapat bantuan sebesar Rp 30 juta. Dengan rincian upah tukang Rp 7 juta, belanja material Rp 17 juta dan sisa Rp 6 juta akan dicairkan pada termin berikutnya.

Kasi PMP Kecamatan Besitang Khairina menyampaikan data jumlah rumah terdampak di wilayahnya rusak sedang sebanyak 207 unit, rusak ringan 265 unit dan rusak berat 178 unit.

Dengan jumlah tersebut, total ada 650 rumah di Kecamatan Besitang yang harus segera direhabilitasi agar warga bisa kembali menempati rumah dengan layak.

Saat dikonfirmasi terkait penggunaan dana yang tidak sepenuhnya untuk belanja material Karmila menjelaskan mekanismenya, untuk termin satu memang seperti itu prosedurnya,ujarnya.

Lanjutnya, saat proses rehab berlangsung korban wajib memfoto progres pengerjaan.Nantinya akan ada tim dari BPBD dan konsultan yang turun melakukan verifikasi ke lapangan.

"Setelah selesai dan dinyatakan sesuai,maka sisa uang akan dicairkan di termin kedua," jelas Karmila kepada fiksumnews.com di sela kegiatan.

Dalam pertemuan itu juga disinggung soal rumah rusak berat dan hanyut yang hingga kini belum dibangun. Padahal beberapa unit sempat direncanakan dibangun beberapa bulan lalu namun mangkrak.

Menanggapi hal itu, Karmila mengatakan bangunan yang mangkrak tersebut hanya sebagai contoh/percontohan. Anggaran awal Rp 60 juta per rumah dinilai tidak cukup.

Untuk membangun rumah baru,anggarannya sudah ditambah pemerintah menjadi Rp 70 juta per rumah. Rencananya pembangunan akan dimulai pada januari 2027 nanti, pungkas Karmila.

Warga berharap proses pencairan dan pembangunan rumah segera terealisasi. Mereka mengaku sudah lelah tinggal di rumah kerabat dan nyewa sejak banjir bandang melanda Besitang akhir 2025 lalu.(R/az)

Posting Komentar

0 Komentar