Header Ads Widget

MTQ Ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang Resmi Ditutup, Kecamatan Seruway Sabet Juara Umum

fiksumnews.com | Aceh Tamiang – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-9 tingkat Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari resmi ditutup oleh Bupati Aceh Tamiang, Drs Armia Pahmi bertempat di halaman Islamic Center Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang sejak 8 hingga 11 Juli 2026 tersebut berjalan dengan sukses dan lancar.

​Dalam sambutan penutupannya, Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi MH menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari dewan hakim, panitia pelaksana, hingga para peserta yang telah memberikan performa terbaik mereka.

Penyelenggaraan MTQ ini ditegaskan sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlakul karimah dan berkepribadian Qurani.

​"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dari pembukaan hingga penutupan berjalan dengan baik. Para qari dan qariah telah memberikan upaya terbaiknya, sehingga Dewan Hakim dapat memberikan penilaian seobjektif mungkin untuk memilih putra-putri terbaik kabupaten," ujarnya.

​Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga mengucapkan selamat kepada para pemenang di seluruh cabang perlombaan. Para juara ini nantinya akan dipersiapkan untuk berlaga pada ajang serupa di tingkat Provinsi Aceh yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Aceh Barat Daya, sebut Bupati Armia.

​Kepada para pemenang, pemerintah berpesan agar tidak cepat puas, tetap rendah hati, tawakal, serta terus berlatih secara optimal demi mengharumkan nama Kabupaten Aceh Tamiang di tingkat yang lebih tinggi. Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil, diimbau untuk tidak berkecil hati.

​"Tidak ada kesia-siaan dalam mempelajari Al-Qur'an. Teruslah belajar dan jangan putus asa, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Hendaknya niat kita dalam mempelajari Al-Qur'an tidak hanya sebatas untuk memenangkan lomba, namun sebagai upaya mencari petunjuk hidup agar selamat di dunia dan akhirat," tambahnya.

​Melalui momentum MTQ ke-9 ini, diharapkan dapat memberikan motivasi besar dalam meningkatkan kualitas keimanan serta mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat berdasarkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

​Sebagai langkah keberlanjutan dalam menjaring potensi generasi muda, pemerintah daerah berencana akan menginstruksikan pelaksanaan kegiatan perlombaan serupa secara berjenjang. Ke depan, para Camat diharapkan dapat mempersiapkan dan mengawali kegiatan musabaqah dari tingkat perkampungan (desa) sebelum menuju tingkat kecamatan.

​Acara penutupan diakhiri dengan ucapan selamat bertanding bagi para kafilah di jenjang berikutnya, diiringi doa terbaik dari seluruh masyarakat Aceh Tamiang, sebelum akhirnya MTQ ke-9 resmi saya nyatakan ditutup, pungkas Bupati Aceh Tamiang.

Sebelumnya, ​Ketua Panitia Pelaksana, M. Fajar, M.A., dalam laporan penutupnya menyampaikan bahwa ajang dua tahunan ini diikuti oleh 250 peserta putra dan putri terbaik yang merupakan utusan dari 12 kecamatan di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-9 tingkat Kabupaten Aceh Tamiang resmi ditutup dengan sukses, aman, dan lancar. Ajang ini telah berhasil menyaring putra-putri terbaik daerah yang siap melangkah untuk mewakili Kabupaten Aceh Tamiang di tingkat Provinsi Aceh yang akan datang.

​"Alhamdulillah, seluruh rangkaian perlombaan telah berjalan dengan baik tanpa ada kendala apa pun. Kami melihat tren positif dari masa ke masa, di mana jumlah peserta terus mengalami peningkatan," ujar M. Fajar pada Sabtu (11/7/2026) malam. 

Menurutnya, lonjakan kepesertaan ini menjadi sinyal kuat bahwa keberadaan dayah atau pesantren yang menggalakkan program tahfidzul Qur'an telah berkontribusi nyata dalam melahirkan hafiz dan hafizah berkualitas di daerah tersebut.

​M. Fajar menjelaskan, selain sebagai syiar Islam, MTQ ke-9 ini bertujuan menjaring qari-qariah terbaik untuk mewakili Kabupaten Aceh Tamiang pada ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh tahun 2027 yang akan digelar di Kabupaten Aceh Barat Daya.

​Untuk mematangkan kesiapan kafilah, panitia meminta dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, dan DPRK Aceh Tamiang guna menyelenggarakan program pusat pelatihan (training center).

​"Peserta yang lolos ke tingkat provinsi akan kita bina secara intensif agar kemampuan mereka semakin terasah, sehingga target prestasi Aceh Tamiang di tingkat provinsi dapat meningkat lebih baik," tambahnya.

​Lebih lanjut, pihak panitia juga telah menyiapkan langkah strategis pasca-MTQ, salah satunya adalah memberdayakan para hafiz sebagai imam salat di masjid-masjid dalam wilayah Aceh Tamiang. Dinas Syariat Islam juga akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Dayah untuk mewajibkan program membaca Al-Qur'an bagi pelajar sebelum memulai jam pelajaran di sekolah. Targetnya, setiap anak yang lulus Sekolah Dasar (SD) sudah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik.

​Dalam kesempatan tersebut, M. Fajar juga mengungkapkan bahwa pascabencana yang sempat melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu, daerah tersebut menerima donasi lebih dari 100.000 mushaf Al-Qur'an dari para relawan.

​Merespons melimpahnya kitab suci tersebut, ia mengimbau kepada para imam kampung dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) agar mendistribusikan Al-Qur'an yang belum termanfaatkan di masjid kepada masyarakat yang membutuhkan, serta menyuplai lembaga pendidikan dan madrasah guna mendukung gerakan literasi Al-Qur'an di sekolah.

​Meskipun sempat diguyur hujan hingga tengah malam pada beberapa sesi, antusiasme masyarakat Aceh Tamiang tergolong sangat tinggi untuk menyaksikan jalannya perlombaan, baik siang maupun malam hari.

​Pihak panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran pemerintah daerah, DPRK, para camat, LPTQ Kecamatan, dewan hakim yang bekerja keras, serta para orang tua yang setia mendampingi putra-putri mereka selama kompetisi.

​Acara penutupan MTQ ke-9 ini juga dimeriahkan oleh penampilan qari terbaik Aceh Tamiang yang baru saja menyabet juara 1 tingkat nasional pada MTQ 2026 di Jawa Timur. Atas prestasi gemilang tersebut, panitia menyampaikan terima kasih khusus kepada pemerintah daerah serta pimpinan WD Cafe, H. Irwandi, yang telah memberikan reward atau hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi kepada sang juara nasional!.

Dalam pengumuman tersebut, Kafilah dari Kecamatan Seruway berhasil keluar sebagai Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-IX tingkat Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2026. Seruway sukses mendominasi kompetisi dengan mengantongi nilai total sebanyak 266 poin.

​Pengumuman tersebut disampaikan langsung berdasarkan keputusan resmi Dewan Hakim MTQ ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang yang bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Surat keputusan ini ditetapkan di Karang Baru pada Sabtu, 11 Juli 2026 M (26 Muharram 1448 H), oleh Ketua Dewan Hakim, H. Syamsul Rizal, S.Ag., bersama Sekretaris, Muhammad Fauzi, S.Ag., M.H.

​Pada peringkat berikutnya, Kecamatan Karang Baru mengamankan posisi juara kedua dengan raihan nilai 135 poin. Sedangkan tempat ketiga diraih oleh Kecamatan Bendahara yang berhasil mengumpulkan nilai 124 poin.

​Dengan dibacakannya keputusan tersebut, seluruh rangkaian kompetisi MTQ ke-IX tingkat Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2026 resmi berakhir, dan ketetapan pemenang ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Selanjutnya penyerahan hadiah dan piala bergilir tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol P Drs Armia Pahmi MH dan diterima oleh Camat Seruway,Rusni Devi Ariyanti Manullang, S.STP, MM.(pakar).

Posting Komentar

0 Komentar