Header Ads Widget

Bula Ramadhan, Wampu dan Stabat Darurat Narkoba, Polres Langkat Jangan Tutup Mata

fiksumnews.com / Langkat Peredaran narkoba di Kecamatan Wampu dan Stabat sera wilayah pinggirannya makin merajalela, Pasalnya beberapa lokasi yang diduga kuat menjadi barak sabu terbesar kini jadi sorotan dan sumber keresahan warga di bulan Suci Ramadhan.

Lokasi pertama berada di belakang Bangunan pabrek minyak makan Dondong Kecamatan Wampu, disebut-sebut dikelola oleh seorang pria berinisial P.

Sementara lokasi kedua berada di Desa Stungkit Lalangan, Kecamatan Wampu,yang kabarnya dikuasai oleh DR.

Kedua tempat ini diduga menjadi pusat transaksi dan pesta narkoba yang sudah lama beroperasi tanpa tersentuh hukum.

Warga Wampu mendesak Polres Langkat untuk segera menggerebek dan membakar lokasi barak narkoba tersebut, aktivitas di sana disebut sudah sangat meresahkan dan mengancam generasi muda.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, omzet penjualan sabu di dua lokasi itu mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Para pengguna bahkan bisa menyewa bong (alat hisap) dan mengonsumsi narkoba di bilik-bilik yang disediakan.

Lebih memprihatinkan lagi, warga sering melihat anak-anak di bawah umur keluar-masuk ke dalam barak tersebut,ujar warga yang nemintak identitasnya di tutupi.

Fenomena ini membuat masyarakat kian geram karena khawatir akan masa depan generasi muda Kecamatan Wampu.

Lokasi ketiga yang bera di Kelurahan Bingai jugak terkesan kebal hukum,Polres Langkat dimintak menggerebek para bandar yang beroperasi di Kecamatan Wampu yang seperti tak tersentuh aparat.

Warga pun mempertanyakan komitmen dan efektivitas penegakan hukum di wilayah Wampu.

“Masak polisi gak tau ada barak besar kayak gitu, kan ada Bhabinkamtibmas di tiap kelurahan. Jarum jatuh aja harusnya mereka tau, apalagi barak sabu,” ucap warga lainnya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga bernama Hj,A'inun bahkan mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa bila aparat tak segera menutup lokasi tersebut di bulan Ramadhan ini.

“Narkoba ini biang kejahatan, begal, maling, perampokan semua karena narkoba. Kalau polisi diam saja, kami emak-emak siap turun ke jalan ” tegasnya.

Masyarakat berharap Kapoldasu dan Kapolres Langkat segera turun tangan untuk menutup permanen ketiga barak narkoba tersebut.

Kami dari para perwiratan ibuk ingin Kecamatan Wampu  kembali aman dan terbebas dari jerat narkoba yang sudah dianggap merusak tatanan sosial.

Selain wamou, Kecamatan Stabat jugak terdapat barak Narkobai yang tak jauh dari Masjid Raya Stabat, tepatnya di Ampera pinggir sungai di bawah benteng.

Menurut tokoh masyarakat Stabat H,Lukman,SH, ada empat titik di kecamatan Stabat ini bang.

Ada 4 lokasi titik barak Narkobai, selain Ampera masih ada di Pinang dua,Perdamaian dan Banyu Mas, keempat barak ini di koordinir oleh S dari salah satu oknum anggota ormas di kabupaten Langkat bang, ujar H,Lukman,SH di Masjid Raya Stabat usai Sholat Asyar,Rabu (12-Maret).(Red)

Posting Komentar

0 Komentar